Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Swiss sejak akhir pekan lalu mulai menunjukkan perkembangan. Kedua pihak menyepakati pembentukan empat kelompok kerja untuk menindaklanjuti nota kesepahaman sementara yang sebelumnya telah diteken.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibadi, sebagaimana dikutip media pemerintah IRNA, mengatakan kelompok kerja itu akan menangani empat isu utama, yakni pencabutan sanksi, urusan nuklir, rekonstruksi dan pembangunan ekonomi, serta pemantauan dan implementasi kesepakatan.

Kelompok kerja pertama akan berfokus pada pembahasan penghentian sanksi terhadap Iran. Agenda yang dibahas mencakup pencabutan pembatasan ekonomi, pembebasan aset Iran yang selama ini dibekukan, serta kemungkinan pemberian pengecualian sanksi bagi ekspor minyak dan produk petrokimia Teheran.

Kelompok kedua diarahkan untuk membahas rekonstruksi dan pembangunan ekonomi. Unit ini dirancang guna merumuskan insentif ekonomi serta program pembangunan regional yang diharapkan dapat membantu pemulihan setelah konflik.

Sementara itu, kelompok kerja ketiga akan menangani isu nuklir Iran. Pembahasan dalam forum ini mencakup program nuklir Teheran serta peran Badan Energi Atom Internasional atau IAEA dalam memantau aktivitas nuklir Iran.

Adapun kelompok keempat bertugas memastikan pelaksanaan nota kesepahaman sementara berjalan sesuai komitmen. Kelompok ini juga akan menyiapkan mekanisme penyelesaian apabila muncul sengketa antara AS dan Iran selama proses implementasi berlangsung.

Dari pihak Washington, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan sejumlah sasaran utama Amerika Serikat dalam perundingan tersebut telah tercapai. Salah satunya adalah pembentukan mekanisme untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka, termasuk koordinasi dalam operasi pembersihan ranjau.

Vance juga menyebut adanya kesepakatan untuk membangun mekanisme koordinasi atau de-confliction cell terkait gencatan senjata regional, termasuk situasi di Lebanon. Selain itu, IAEA disebut akan mendapat akses ke Iran untuk mengawasi program nuklir negara tersebut.

Perundingan di Swiss ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang telah disepakati AS dan Iran beberapa pekan lalu. Kesepakatan itu ditandatangani Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di lokasi berbeda, tanpa pertemuan langsung.

Nota kesepahaman tersebut mencakup penghentian pertempuran di semua front, pembukaan kembali Selat Hormuz, pembahasan pencabutan sanksi AS terhadap Iran, hingga masa depan program nuklir Teheran. Dalam dokumen itu, negosiasi lanjutan ditargetkan berlangsung dalam waktu 60 hari setelah kesepakatan diteken.

Meski perundingan berjalan, dinamika politik kedua negara masih dibayangi ketegangan. Trump sempat mengancam akan kembali menyerang Iran dan meminta Teheran memastikan Hizbullah tidak melakukan tindakan yang memperburuk situasi.