Presenter Ruben Onsu mengawali perjalanan ibadah umrah dengan momen bahagia, bertemu kedua putrinya, Thalia dan Thania, pada Senin malam (22/6/2026). Pertemuan tak terduga tersebut terjadi berkat Sarwendah yang mengantarkan kedua anak menemui ayah kandung mereka.
Ruben mengaku awalnya tidak menyadari kehadiran putri-putrinya hingga Sarwendah memanggilnya dengan sapaan 'ayah'. Presenter berusia 42 tahun itu spontan berbalik dan tersenyum lebar melihat Thalia dan Thania sudah berada di hadapannya. Ia langsung merangkul putri sulungnya sembari menanyakan kabar mereka yang baru pulang dari Singapura.
Meski bahagia, Ruben mengakui pertemuan tersebut belum seperti yang diharapkannya. Situasi yang ramai membuatnya tidak bisa mendapatkan momen kebersamaan yang lebih intim dengan kedua putrinya. Namun, ia tetap bersyukur atas kesempatan bertemu yang diberikan Tuhan.
Ruben menolak berkomentar panjang mengenai pertemuan singkat tersebut. Ia memilih menyerahkan segala perjalanan hidupnya saat ini kepada doa dan takdir Tuhan, tanpa tahu apa yang akan terjadi ke depannya.
Sebelumnya di hari yang sama, Ruben bersama kuasa hukumnya, Minola Sebayang, mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melaporkan dugaan perundungan psikis yang dialami kedua putrinya. Minola menjelaskan adanya indikasi pengondisian dan tekanan di dalam rumah yang membuat anak-anak tertekan, termasuk dugaan pendoktrinan agar mereka enggan bertemu dengan ayah kandung.
Ruben mengungkapkan perubahan sikap putrinya yang mulai terasa berbeda sejak beberapa waktu tidak bertemu. Ia bercerita bagaimana Thania, anak berusia lima tahun, pernah menudingnya melakukan 'pencitraan' saat berkunjung ke rumah duka. Kata-kata itu membuatnya terdiam karena anak sekecil itu seharusnya belum memahami makna istilah tersebut.
Konflik keluarga ini berawal dari perceraian Ruben dan Sarwendah yang resmi diputus Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada September 2024 setelah 11 tahun pernikahan. Ketegangan semakin meruncing ketika Ruben merasa dipersulit bertemu anak-anaknya dan menghentikan pembayaran nafkah bulanan sebagai bentuk protes, yang kemudian dipermasalahkan Sarwendah secara terbuka.