Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengidentifikasi dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mengalami gangguan sebagai pemicu terjadinya pemadaman listrik bergilir di berbagai wilayah Pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir. Kedua pembangkit tersebut adalah PLTU Cilacap Unit 1 dengan kapasitas 300 megawatt (MW) dan PLTU Cilacap Unit 4 atau 3A berkapasitas 1.000 MW.
Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan bahwa gangguan pada kedua pembangkit tersebut lebih banyak berkaitan dengan aspek pemeliharaan atau maintenance. Kondisi ini menyebabkan sebagian kapasitas pembangkit keluar dari sistem dan berdampak langsung pada pasokan listrik di Pulau Jawa. "PLTU Cilacap 1 sama PLTU Cilacap 4. Insya Allah udah enggak ada masalah kira-kira," ujar Tri di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (22/6).
Terkait pasokan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit, Tri menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan. Namun, pelaksanaan kontrak pengadaan dan penjadwalan pasokan tetap menjadi tanggung jawab masing-masing perusahaan. Pemerintah telah menetapkan kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) batu bara sebesar 191 juta ton, angka yang lebih tinggi dibanding kebutuhan PLN yang berada di kisaran 152 juta hingga 154 juta ton per tahun.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyebut ada tiga persoalan utama yang menjadi perhatian pemerintah pasca gangguan kelistrikan di Pulau Jawa, yakni gangguan pada pembangkit, kebutuhan batu bara kalori menengah untuk proses blending, serta aspek pemeliharaan pembangkit listrik. Bahlil menuturkan pemerintah telah membantu PLN mencarikan pasokan batu bara kalori menengah yang dibutuhkan pembangkit.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai menunjukkan perbaikan sejak akhir pekan lalu. Pasokan energi primer yang sesuai kebutuhan pembangkit mulai kembali mengalir, dan salah satu pembangkit besar yang mengalami gangguan telah berhasil diperbaiki dan kembali tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa pada Minggu malam. PLN kini melakukan pembenahan tata kelola rantai pasok energi primer serta memperkuat pengawasan terhadap pembangkit milik PLN maupun Independent Power Producer (IPP).