Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan Rabu (24/6). Proyeksi ini muncul setelah indeks acuan pasar modal Indonesia ditutup melemah 0,25 persen di level 6.101 pada sesi perdagangan sehari sebelumnya.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih rentan melanjutkan tren koreksi, kendati peluang penguatan jangka pendek belum sepenuhnya tertutup. Menurutnya, indeks berpotensi tergelincir ke area 5.723 hingga 5.972 sebelum berpeluang kembali menguat menuju kisaran 6.548-6.782.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi terkoreksi ke area 5.723-5.972, namun selanjutnya masih memiliki peluang menguat ke kisaran 6.548-6.782," papar Herditya dalam riset hariannya. Ia memproyeksikan indeks bergerak dengan level support di 5.784 dan 5.594, serta resistance di 6.286 dan 6.459. Adapun saham-saham yang direkomendasikannya antara lain ADMR, ARCI, PTBA, dan TAPG.
Senada dengan itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova turut menggarisbawahi kondisi tekanan yang membayangi pergerakan indeks. Ia mencatat IHSG telah bergerak di bawah level support 6.007 sekaligus menembus garis SMA-20, sebuah sinyal teknikal yang mengindikasikan potensi pelemahan lebih lanjut.
"Risiko pelemahan IHSG menuju 5.847 hingga 5.722 masih terbuka. Sementara itu, indeks perlu menembus 6.294 untuk mengembalikan momentum penguatan," jelas Ivan. Ia mematok level support di 5.847, 5.722, 5.519, dan 5.314, dengan resistance di 6.121, 6.294, 6.545, 6.835, hingga 7.207. Saham-saham pilihannya untuk hari ini meliputi KLBF, PGAS, dan UNTR.
Sebagai catatan, IHSG menutup perdagangan Selasa (23/6) di posisi 6.101, terkoreksi 15,35 poin dari sesi sebelumnya. Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp32,93 triliun dengan volume perdagangan mencapai 41,53 miliar saham. Dari total emiten yang diperdagangkan, 282 saham berhasil menguat, 373 saham terkoreksi, dan 160 saham bergerak stagnan.
Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi jual beli saham. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.