Temuan mengejutkan muncul dari proses verifikasi lapangan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Cilacap. Dari total lebih dari 300 titik yang tercatat, sekitar 100 di antaranya diduga fiktif karena tidak ditemukan bangunan maupun aktivitas pendukung.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengungkapkan kejanggalan lokasi beberapa titik tersebut. Sebagian tercatat berada di kawasan hutan, sawah, hingga area pemakaman, yang menurutnya sangat tidak masuk akal untuk operasional layanan gizi.
Hasil pengecekan yang dilakukan oleh kepala SPPG yang ditunjuk Badan Gizi Nasional (BGN) ini memperkuat dugaan adanya praktik jual beli titik. Ammy menyebut beberapa titik yang terdaftar bahkan masih ditawarkan kepada pihak lain meski belum memiliki kesiapan infrastruktur maupun legalitas.
Ia juga mengungkapkan bahwa mayoritas titik bermasalah tersebut terdaftar melalui yayasan yang membawa nama Sony Sanjaya, sosok yang sebelumnya menjadi sorotan dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebagai tindak lanjut, pemerintah bersama tim investigasi BGN memutuskan menutup sementara portal pendaftaran pembukaan titik SPPG baru. Sekitar 100 titik fiktif yang telah teridentifikasi akan dihapus terlebih dahulu sebelum program dilanjutkan sesuai kebijakan pemerintah pusat.
Meski menemukan berbagai persoalan dalam pendataan, Ammy menegaskan Pemerintah Kabupaten Cilacap tetap mendukung program prioritas pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.