Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai memakan korban. Hingga pertengahan fase grup, lima tim nasional telah resmi kehilangan seluruh peluang untuk melangkah ke babak 32 besar, baik melalui jalur juara grup, runner-up, maupun peringkat ketiga terbaik.

Yordania menjadi salah satu nama yang harus mengakhiri debut mereka di ajang paling bergengsi sepak bola dunia dengan hasil mengecewakan. Sebagai pendatang baru dari kawasan Asia, skuad Yordania tidak mampu mengumpulkan poin yang cukup untuk menjaga harapan tetap hidup. Kehadiran mereka di panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

Turki turut menyusul ke pintu keluar. Tim yang sempat disebut-sebut tengah memasuki era generasi emas ini justru tampil jauh di bawah ekspektasi. Dua kekalahan beruntun dari Australia dan Paraguay memupuskan seluruh asa mereka untuk melaju ke fase gugur, sebuah pukulan telak bagi negara yang berambisi tampil kompetitif di turnamen ini.

Nasib serupa menimpa Tunisia, yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan persiapan yang kurang ideal. Pergantian pelatih menjelang turnamen tidak membawa dampak positif terhadap performa tim. Skuad Elang Carthage gagal meraih hasil yang dibutuhkan dan harus angkat koper lebih awal dari kompetisi.

Haiti, yang kembali tampil di Piala Dunia setelah absen selama 52 tahun, juga tidak mampu menorehkan kisah dongeng. Momen bersejarah kembalinya mereka ke pentas tertinggi sepak bola dunia belum bisa diterjemahkan menjadi pencapaian yang lebih bermakna di lapangan hijau. Persaingan di dalam grup terbukti terlalu berat bagi mereka.

Tim kelima yang dipastikan tersingkir adalah Republik Demokratik Kongo. Kekalahan dari Kolombia menjadi palu terakhir yang menutup semua kemungkinan lolos. Dengan hasil tersebut, DR Kongo tidak lagi memiliki peluang matematis untuk finis sebagai juara grup, runner-up, maupun melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Tersingkirnya lima tim ini menandai babak awal seleksi alam di Piala Dunia 2026 yang menggunakan format baru dengan 48 tim peserta. Sementara kelima negara tersebut harus pulang lebih awal, pertarungan sengit masih berlanjut bagi tim-tim lain yang berjuang memperebutkan tiket ke babak 32 besar.