Aktor senior Tio Pakusadewo mengungkapkan bahwa hidupnya kini bagaikan sebuah film yang telah sampai di tikungan terakhir. Pria berusia 62 tahun ini menyadari pentingnya memperbaiki diri dari dalam, mengurangi hal-hal yang tidak perlu dalam ucapan, tindakan, maupun pikiran. Baginya, sakit yang dialami merupakan hadiah dari Tuhan yang membuka mata tentang makna ibadah sejati.

Suasana menjadi haru ketika Tio meneteskan air mata mengenang pertemuannya dengan Ali Imron di dalam penjara. Mantan teroris yang kini dipanggil Pak Ustaz oleh sesama narapidana itu berhasil membuka hati Tio untuk kembali belajar mengaji. Awalnya, Tio mengaku tidak mengenal dan bahkan enggan menemui Ali Imron, namun setelah berbincang dan menjalin kedekatan, ia pun menerima tawaran untuk belajar membaca Al-Quran kembali.

Proses pembelajaran mengaji berlangsung cepat. Ali Imron menjamin Tio bisa lancar mengaji dalam waktu dua hari, dan ternyata janji itu terbukti. Lebih dari sekadar membaca, di dalam penjara Tio berhasil menghafal Ayat Kursi dan berbagai surat pendek. Hingga kini, setelah bebas, ia masih mampu menghafal surat Al-A'la.

Tio menangis karena merasakan kasih sayang Tuhan yang luar biasa kepadanya. Sakit yang dialami telah mengubah rutinitas spiritualnya. Selama dua tahun terakhir, ia tidak pernah luput menjalankan salat subuh di masjid. Namun setelah sakit, ia merasa kehilangan momen-momen suci tersebut karena sudah jarang bisa melaksanakan ibadah di rumah ibadah. Seorang netizen pun mengamati perubahan itu, menyampaikan bahwa sudah jarang melihat Tio pulang dari masjid seperti sebelumnya.