Memiliki mobil bekas tentu memerlukan perhatian ekstra terhadap kondisi komponen kendaraan, termasuk sistem pengereman. Salah satu bagian krusial yang kerap terlewat adalah booster rem, perangkat tambahan yang berfungsi meringankan tenaga injakan pedal rem. Jika komponen ini mengalami gangguan, dampaknya bisa sangat berbahaya karena kekuatan pengereman akan berkurang drastis, bahkan berpotensi menyebabkan rem blong.

Andy, pemilik Bengkel Mobil 77 yang berlokasi di Jalan Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat, membagikan metode sederhana untuk menguji kondisi booster rem. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menginjak pedal rem beberapa kali dalam kondisi mesin mobil mati. Proses ini dilakukan hingga pedal rem terasa keras dan tidak bisa ditekan lebih dalam lagi.

Setelah pedal rem dalam kondisi keras, langkah selanjutnya adalah menyalakan mesin mobil sambil tetap menahan injakan pada pedal rem. Perhatikan apakah ada perubahan sensasi pada pedal. Menurut Andy, jika pedal rem terasa turun atau dapat diinjak lebih dalam setelah mesin dinyalakan, itu pertanda booster rem masih berfungsi dengan normal.

Sebaliknya, jika pedal rem tetap terasa keras dan posisinya tidak berubah setelah mesin hidup, hal tersebut mengindikasikan adanya masalah pada booster rem. Kode, panggilan akrab Andy, menjelaskan bahwa penyebab umumnya adalah membran karet yang sudah mengeras sehingga tidak bisa menerima tekanan udara dengan baik.

Kondisi membran yang tidak elastis tersebut membuat tekanan udara tertahan di selang vakum, sehingga menghambat pergerakan pedal rem. Bagi calon pembeli mobil bekas, pemeriksaan sederhana ini patut dilakukan untuk memastikan sistem pengereman kendaraan masih dalam kondisi prima dan aman digunakan.