Fraksi Partai Gerindra DPR RI membantah beredarnya kabar yang menyebut Ketua Fraksi Gerindra, Budi Djiwandono, memimpin rapat khusus berisi arahan untuk mengawasi pergerakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Bantahan itu disampaikan Sekretaris Fraksi Gerindra DPR, Bambang Haryadi, menyusul ramainya isu tersebut di media sosial setelah muncul dalam sebuah pemberitaan. Menurut Bambang, informasi mengenai adanya pembahasan ataupun perintah seperti itu tidak benar.
Bambang menegaskan bahwa dirinya selalu hadir dalam rapat-rapat fraksi yang dipimpin Budi Djiwandono. Karena itu, ia memastikan tidak pernah ada agenda maupun instruksi yang berkaitan dengan pengawasan terhadap Gibran.
“Saya selalu hadir dan ikut memimpin rapat-rapat di Fraksi Gerindra. Dan tidak ada perintah maupun pembahasan hal tersebut,” kata Bambang, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, arahan yang selama ini diberikan pimpinan fraksi kepada anggota DPR dari Gerindra justru berkaitan dengan pemantauan kondisi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. Fokusnya, kata Bambang, adalah memastikan program pemerintah berjalan serta dirasakan langsung oleh warga.
Secara khusus, Bambang menyebut anggota fraksi diminta mengawasi ketersediaan pangan dan perkembangan harga kebutuhan pokok di daerah pemilihan. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.
“Yang ada adalah perintah untuk mengawasi ketersediaan pangan dan harga sembako di daerah pemilihan semua anggota DPR, agar kita dapat memastikan kondisi masyarakat tetap terjaga daya belinya,” ujarnya.
Bambang juga meminta agar pemberitaan terkait isu politik disajikan secara berimbang dan mengedepankan prinsip verifikasi. Ia menilai laporan yang mengatasnamakan investigasi seharusnya memberi ruang klarifikasi kepada pihak-pihak terkait.
Menurut Bambang, Gerindra tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan hubungan keduanya berada dalam kondisi baik dan meminta publik tidak mudah terpengaruh isu yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
“Gerindra selalu men-support pemerintahan Prabowo-Gibran, dan hubungan kedua sangat baik. Ini gosip tidak benar, dan cenderung mengadu domba,” kata Bambang.
Meski demikian, Bambang menegaskan Gerindra menghormati kebebasan pers. Namun, ia berharap setiap pemberitaan tetap disusun berdasarkan fakta, akurasi, dan kaidah jurnalistik agar tidak bergeser menjadi narasi spekulatif.