Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan bahwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Jawa tidak akan berlanjut pada minggu-minggu ke depan. Jaminan tersebut disampaikannya usai menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), Kejaksaan, dan Badan Intelijen Negara (BIN).
"Kemarin kita sudah rapat bersama dengan Kementerian ESDM, PLN, Kejaksaan, dan Kepala BIN. Kita urai satu per satu sehingga insyaallah pemadaman listrik itu tidak akan terjadi lagi di minggu-minggu ini dan minggu ke depan," tegas Dasco dalam acara Rakernas KSPI di Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
Politisi Partai Gerindra itu menekankan bahwa permasalahan kelistrikan ini perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak mengingat dampaknya sangat luas terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari. Tak hanya mengganggu rumah tangga, pemadaman bergilir juga berimbas pada produktivitas industri yang pada akhirnya mempengaruhi nasib para pekerja buruh.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan kekhawatirannya terkait dampak pemadaman listrik bergilir terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menghambat aktivitas produksi dan menimbulkan kerugian signifikan bagi pelaku usaha. Airlangga mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk meminta PLN segera menyelesaikan permasalahan ini.
Sementara itu, Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan. Ia menjelaskan bahwa pelaku UMKM seperti pedagang es dan frozen food mengalami kerugian langsung akibat listrik mati, karena produk mereka rusak dan omzet menurun. Maman juga mengungkapkan bahwa saat masih menjabat sebagai anggota DPR, ia sempat mengusulkan pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) batu bara untuk mengatur keseimbangan harga batu bara ekspor dan domestik demi mencegah terulangnya krisis kelistrikan.