Gelombang penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada Juli 2026 akan diramaikan oleh enam perusahaan dari beragam sektor usaha. Kehadiran para calon emiten ini menjadi salah satu agenda pasar modal yang dapat dicermati investor menjelang periode pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia.
Perusahaan pertama yang dijadwalkan melakukan IPO adalah PT Niramas Utama Tbk dengan kode saham JELI. Setelah itu, antrean calon emiten berikutnya diisi oleh PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), serta PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS).
Dari enam perusahaan tersebut, sektor kesehatan menjadi kelompok yang paling menonjol. PT Prodia Diagnostic Line Tbk bergerak sebagai produsen alat diagnostik in vitro, sementara PT Esa Medika Mandiri Tbk menjalankan kegiatan perdagangan alat laboratorium dan farmasi.
Masih dari sektor kesehatan, PT Nitrasanata Dharma Tbk dikenal sebagai perusahaan yang mengoperasikan rumah sakit spesialis mata. Dengan demikian, tiga dari enam calon emiten yang akan masuk bursa pada periode tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan industri layanan dan penunjang kesehatan.
Adapun tiga perusahaan lainnya berasal dari sektor berbeda. PT Niramas Utama Tbk menjalankan bisnis produksi makanan dan minuman, PT Bach Multi Global Tbk bergerak dalam penjualan generator set atau genset, sedangkan PT Rans Entertainment Indonesia Tbk berfokus pada bidang media dan hiburan.
Bagi investor, daftar calon emiten ini dapat menjadi bahan awal untuk menilai prospek bisnis, sektor usaha, serta potensi pertumbuhan masing-masing perusahaan. Jadwal penawaran dan harga awal IPO perlu dicermati lebih lanjut melalui dokumen resmi perseroan dan keterbukaan informasi pasar modal sebelum mengambil keputusan investasi.