Lionel Messi kembali menorehkan sejarah di panggung Piala Dunia dengan mencetak dua gol di masa tambahan waktu yang mengantarkan Argentina meraih kemenangan 2-0 atas Austria dalam laga penyisihan Grup J. Dua gol tersebut membuat kapten Albiceleste itu melampaui torehan 16 gol Miroslav Klose dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen empat tahunan tersebut.

Messi merayakan ulang tahunnya yang ke-39 dengan cara istimewa. Setelah gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama—ketiga kalinya dalam sejarah penampilannya di Piala Dunia setelah melawan Islandia dan Polandia—ia bangkit dengan determinasi tinggi. Gol pembuka tercipta melalui umpan manis dari Medina yang diselesaikan dengan tendangan kaki kiri presisi. Gol kedua menyusul di pengujung laga, menjadikannya pemain pertama yang mencetak gol dalam enam pertandingan berturut-turut di ajang ini.

Laga di lini depan Argentina diperkuat oleh Lautaro Martinez yang tampil sebagai pendamping ideal bagi Messi. Striker tersebut berhasil meraih penalti setelah melakukan sprint menembus pertahanan Austria, meski eksekusi Messi bisa ditepis kiper Schlager. Nico Gonzalez yang masuk menggantikan Almada tampil cemerlang, nyaris mencetak gol melalui sundulan dan tendangan kaki.

Di sektor pertahanan, Lisandro Martinez tampil percaya diri di jantung lini belakang, sementara Medina aktif menekan di sayap kiri dan turut andil dalam proses gol pembuka. Kiper Emiliano Martinez meski tidak terlalu sibuk di babak pertama, berhasil menepis tendangan bebas Sabitzer yang berbahaya.

Austria under tekanan sejak awal namun perlahan menemukan ritme permainan setelah insiden penalti yang gagal. Kiper Schlager tampil gemilang dengan menggagalkan beberapa peluang Messi, termasuk aksi penyelamatan satu lawan satu. Alaba juga menunjukkan kualitasnya dengan tekel kritis dan menghalau bola di garis gawang. Meski demikian, skuad asuhan Rangnick gagal mengonversi peluang menjadi gol, dengan tendangan Sabitzer yang diblok dan sundulan Gregoritsch yang melenceng.

Pelatih Scaloni mengakui timnya melakukan sejumlah kesalahan di babak pertama, namun keputusan menurunkan Lautaro dan memasukkan Nico Gonzalez membuahkan hasil. Argentina kini memantapkan langkah mereka dalam upaya meraih gelar Piala Dunia kedua secara berturut-turut.