Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menyuarakan agenda kemandirian militer negaranya, di tengah perbedaan sikap yang makin terlihat antara Tel Aviv dan Washington terkait Iran.

Netanyahu menilai Israel tidak bisa terus bergantung pada dukungan persenjataan dari Amerika Serikat, meski ia tetap menyebut Washington sebagai sekutu penting. Pernyataan itu disampaikan setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan awal di Swiss untuk melanjutkan perundingan yang ditujukan mengakhiri perang yang pecah sejak 28 Februari.

Dalam pernyataan yang dirilis kantornya pada Selasa (23/6), Netanyahu mengatakan kepada para perwira cadangan yang tengah mengikuti pelatihan di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel bahwa negaranya harus membangun sistem persenjataan sendiri.

“Saya sangat menghargai dukungan yang kami terima dari sahabat-sahabat kami di Amerika, tetapi kita harus melepaskan diri dari ketergantungan dan membangun jaringan persenjataan yang mandiri,” kata Netanyahu, sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi kantornya.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu pada 18 Juni, satu hari setelah Washington dan Teheran mencapai kesepakatan awal di Swiss. Kesepakatan itu mendapat penolakan keras dari Israel, yang selama ini memandang Iran sebagai ancaman utama bagi keamanan nasionalnya.

Israel sebelumnya mendorong agar Amerika Serikat tetap mengambil langkah militer terhadap Iran. Namun keputusan Washington untuk membuka ruang diplomasi membuat Netanyahu kembali menekankan perlunya Israel memiliki kapasitas pertahanan yang tidak bergantung pada negara lain.

“Hari ini saya katakan: kita membutuhkan jaringan persenjataan yang benar-benar mandiri. Kita harus memproduksi senjata kita sendiri,” ujar Netanyahu seperti dikutip AFP.

Gagasan untuk mengurangi ketergantungan Israel terhadap bantuan Amerika bukan kali pertama disampaikan Netanyahu. Dalam wawancara dengan The Economist pada Januari lalu, ia menyebut target itu dapat dicapai dalam kurun waktu sekitar satu dekade.

Pada Mei lalu, Netanyahu juga menyampaikan nada yang lebih tegas dalam wawancara dengan CBS. Saat itu, ia menyatakan ingin menurunkan ketergantungan Israel terhadap bantuan Amerika Serikat hingga mencapai “nol”.

Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai sekutu terdekat Israel, terutama dalam dukungan militer dan diplomatik. Namun, hubungan kedua negara beberapa kali mengalami gesekan sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, terutama terkait cara Israel menjalankan operasi militernya di kawasan.

Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengkritik Netanyahu. Trump menilai perang Israel melawan Hizbullah di Lebanon berisiko mengganggu proses diplomasi yang sedang dibangun dengan Iran.

Trump juga pernah mengecam Israel dan Iran karena dinilai melanggar gencatan senjata yang mengakhiri perang 12 hari pada tahun sebelumnya. Ketegangan serupa sempat muncul pada Mei 2025, ketika Netanyahu menyatakan Israel perlu “menyapih diri” dari bantuan Amerika Serikat.