Jakarta — PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, perusahaan media dan hiburan yang didirikan pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, mengambil langkah strategis untuk go public melalui penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini menandai babak baru dalam perjalanan bisnis keluarga selebritas paling berpengaruh di tanah air.

Dalam prospektus ringkas yang diterbitkan Selasa (23/6), perseroan menawarkan maksimal 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari total modal ditempatkan pasca-IPO. Dengan rentang harga penawaran Rp135 hingga Rp170 per saham, RANS berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp429,25 miliar yang akan dialokasikan untuk berbagai proyek ekspansi.

Dana hasil IPO direncanakan akan dialokasikan ke sejumlah proyek strategis. Porsi terbesar, sekitar 37,61 persen, akan digunakan untuk penyelenggaraan konser artis lokal dan internasional di berbagai kota. Sebanyak 19,8 persen dialokasikan untuk mengakuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia yang menaungi merek kecantikan Slavina, sementara 18,64 persen akan dibelanjakan untuk pembangunan wahana edukatif Cipungland yang namanya diambil dari julukan putra bungsu Raffi, Rayyanza Malik Ahmad.

Perseroan juga menyiapkan 8,15 persen dana untuk membentuk entitas usaha baru bersama PT Feedloop Global Teknologi guna mengembangkan bisnis kecerdasan buatan. Sisanya akan digunakan untuk pelunasan pinjaman ke Bank BNI dan pengembangan entitas anak.

Struktur kepemilikan pasca-IPO menunjukkan Raffi Ahmad tetap mengendalikan perseroan. Kepemilikan sang presenter dan aktor itu terdilusi dari 78,68 persen menjadi sekitar 62,93 persen, namun statusnya sebagai pemegang saham terbesar tetap terjaga. Raffi juga berkomitmen tidak melepas pengendalian selama tiga tahun setelah pencatatan saham perdana.

Di balik optimisme ekspansi, prospektus mencatat risiko ketergantungan signifikan terhadap figur Raffi, Nagita, dan keluarga mereka sebagai talent utama. Penurunan keterlibatan atau isu reputasi yang melibatkan keluarga tersebut berpotensi memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan perseroan.

Kinerja keuangan RANS mencatatkan kontraksi pada 2025. Pendapatan turun 13,91 persen menjadi Rp353,37 miliar dari Rp410,49 miliar pada tahun sebelumnya, sementara laba tahun berjalan anjlok 41,6 persen menjadi Rp56,69 miliar. Manajemen mengaitkan penurunan tersebut dengan melemahnya segmen duta merek dan penjualan produk berbasis kekayaan intelektual.

Masa penawaran awal direncanakan berlangsung pada 23-25 Juni 2026, dengan target pencatatan saham perdana di BEI pada 10 Juli 2026. Perseroan menyatakan komitmen untuk melakukan diversifikasi sumber pendapatan dan memperkuat kolaborasi strategis guna mendorong pertumbuhan bisnis ke depan.