Julian Alvarez menjadi sorotan tajam publik sepakbola dunia setelah secara terang-terangan menyuarakan keinginannya untuk meninggalkan Atletico Madrid pada bursa transfer musim panas ini. Pernyataan kontroversial itu disampaikan di tengah gelaran Piala Dunia 2026, sehingga menambah intensitas perhatian yang tertuju padanya. Di tengah polemik tersebut, legenda Argentina Sergio Aguero justru memberikan dukungan penuh terhadap keputusan juniornya itu.
Alvarez melontarkan pernyataannya usai tampil membawa Argentina meraih kemenangan 2-0 atas Austria dalam laga penyisihan Grup J Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Selasa (23/6) dini hari WIB. Striker berusia muda itu menegaskan bahwa kepindahannya akan menjadi langkah terbaik bagi semua pihak yang terlibat.
Menanggapi kehebohan yang ditimbulkan, Aguero menyatakan tidak ada yang keliru dengan sikap Alvarez. Melalui program Jijantes sebagaimana dikutip Diario AS, mantan penyerang Manchester City itu berkata, "Jika Julian merasa tak nyaman, Atletico harus membantunya. Begitulah cara kerjanya."
Aguero bahkan memberikan pandangan tegas dari sudut pandang manajemen klub. "Jika saya adalah pihak klub dan seorang pemain tak bahagia karena kotanya atau alasan apa pun, jika dia merasa tak senang dengan rekan setim, pelatih, atau manajer, hal terbaik adalah menemukan solusi dan menjualnya. Kalian tak akan mau memiliki seorang pemain dengan sikap buruk sepanjang musim," tegasnya.
Meskipun Alvarez tidak menyebutkan secara eksplisit klub tujuannya, sejumlah media Eropa melaporkan bahwa Barcelona menjadi destinasi utama yang diincarnya. Aguero, yang memiliki pengalaman bermain di kedua klub tersebut, menilai Camp Nou akan menjadi tempat yang sangat tepat bagi Alvarez. "Dia akan cocok di banyak klub, namun di Barça dia akan sangat cocok karena gaya bermainnya," jelas Aguero.
Namun, keputusan Alvarez untuk berbicara terbuka di media tidak lepas dari konsekuensi. Kelompok suporter Atletico Madrid dilaporkan murka dan mengecam keras sang pemain. Sebagaimana diberitakan Tribuna, mantan bintang Manchester City itu dicap sebagai "anak manja" dan "pengkhianat" oleh basis penggemar Los Rojiblancos.
Situasi semakin rumit setelah ESPN melaporkan bahwa manajemen Atletico Madrid sangat marah dengan sikap blak-blakan Alvarez. Pihak klub menduga adanya campur tangan Barcelona di balik pernyataan tersebut. Akibatnya, Atletico kini justru semakin enggan melepas striker andalan mereka ke pelukan juara bertahan Liga Spanyol itu, sehingga saga transfer ini berpotensi berlarut-larut hingga jendela transfer ditutup.