Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melakukan pertemuan koordinasi dengan pengelola Basecamp Pendakian Gunung Sindoro jalur Sigedang di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (20/6) tersebut menandai upaya bersama mengamankan jalur pendakian dan mempersiapkan diri menghadapi peningkatan jumlah pendaki saat musim liburan tiba.
Dalam dialog yang berlangsung di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sigedang, pihaknya membahas sejumlah aspek krusial seperti kondisi keamanan jalur, ketersediaan sarana prasarana basecamp, sistem pengelolaan sampah, serta strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang rawan terjadi di musim kemarau.
Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Naufl Rafif, menekankan pentingnya peran strategis basecamp dalam mendukung pengelolaan kawasan hutan yang kondusif. Ia menjelaskan bahwa sinergi antara Perhutani dan pengelola lokasi pendakian harus terus dikokohkan demi terciptanya lingkungan yang aman dan berkelanjutan.
"Koordinasi ini menjadi langkah kolektif untuk menjamin jalur pendakian Gunung Sindoro via Sigedang tetap kondusif dan nyaman. Kami juga memberikan pemahaman tentang pencegahan kebakaran hutan serta pentingnya membawa kembali sampah dari hasil pendakian agar ekosistem tetap terjaga," ujar Naufl Rafif. "Mengingat momentum liburan biasanya membawa peningkatan pengunjung, seluruh elemen perlu meningkatkan kewaspadaan."
Administratur KPH Kedu Utara melalui perwakilannya itu berharap para pendaki mematuhi seluruh ketentuan berlaku, menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, serta bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan selama pendakian. Kesadaran pengunjung dinilai sebagai faktor kunci dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan Gunung Sindoro.
Sementara itu, Pengelola Basecamp Pendakian Gunung Sindoro jalur Sigedang, Mualimin, mengapresiasi perhatian dan dukungan dari Perhutani melalui forum koordinasi tersebut. Pihaknya menegaskan komitmen untuk meningkatkan layanan kepada para pendaki sembari menjaga kelestarian lingkungan di sekitar jalur pendakian.
"Kami menyambut positif koordinasi yang dilakukan Perhutani. Masukan terkait keamanan jalur, fasilitas basecamp, pengelolaan sampah, dan pencegahan kebakaran hutan menjadi perhatian bersama. Menjelang musim liburan, kami telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung dan mengimbau para pendaki untuk senantiasa menjaga kebersihan serta mematuhi aturan yang berlaku," papar Mualimin.
Melalui komunikasi intensif antara Perhutani dan pengelola basecamp, aktivitas wisata pendakian Gunung Sindoro jalur Sigedang diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan berwawasan lingkungan. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen kolektif dalam menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan sekaligus mendukung pengembangan pariwisata alam yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Wonosobo.